Halaman Utama
Sekilas Tentang Warung Apung dan Pemancingan Pondok Roso 17
 
Sejarah Rowo Jombor
Pondok Roso 17
Menu
Fasilitas
Kontak
Bukutamu
Galeri
 

 

 

Krisis ekonomi yang melanda bangsa Indonesia pada tahun 1997 telah menjadi ujian yang sangat berat bagi masyarakat kita. Peristiwa ini ditengarai pula oleh melambungnya kebutuhan pokok yang semakin menyulitkan masyarakat, sehingga pertumbuhan perekonomian pun menjadi tidak lancar dan banyak perusahaan mengalami penurunan omset penjualan, bahkan tidak sedikit dari mereka yang akhirnya gulung tikar karena tidak mampu lagi menanggung beban produksi yang semakin besar sedangkan pemasukan malah semakin kecil.
Dampak dari krisis tersebut tidak hanya dirasakan oleh perusahaan-perusahaan besar di perkotaan saja. Bahkan hal ini telah merembet kepada industri dan juga masyarakat kecil di pedesaan. Salah satu contoh yang cukup merasakan dampak dari krisis ini adalah para petani ikan di Rowo Jombor Klaten Jawa Tengah. Para petani ikan di wilayah tersebut mengalami penurunan omset penjualan yang cukup pesat. Hal ini tentunya akan sangat merugikan bagi mereka.
Akhirnya atas inisiatif dari beberapa petani ikan dibangunlah sebuah konsep warung apung yang kini terkenal dengan nama Warung Apung Rowo Jombor yang saat ini juga menjadi salah satu obyek wisata andalan dari kabupaten Klaten.
Salah satu dari warung apung yang terbesar dan memiliki fasilitas yang lengkap adalah Warung Apung Pondok Roso 17, yang terletak di Obyek Wisata Rowo Jombor No. 17 Klaten.

 

 

 
Pondok Roso 17